Kode Kehormatan sebagai Rahasia Kesuksesan Tim

Mungkin para pembaca merasa kesal dengan kisah saya yang terasa sangat narsis sekali, sengaja saya ungkapkan sebagai refleksi bagi diri saya pribadi yang mungkin bisa dipetik hikmah dibalik kisah tersebut. Menurut saya, kalian pun pasti memiliki kisah yang lebih seru (heboh) dan menyenangkan mengenai kisah-kisah kecil atau masa muda dahulu (Masalahnya, kalian tidak mau menulis -bukan tidak bisa). Ide tersebut muncul, ketika saya membaca buku Blair Singer dengan judul “ The ABC’s of Building a Business Team That Win – Kode Kehormatan Tak Terlihat yang Mengubah Orang Biasa Menjadi Tim Juara” (buku tersebut saya kopi atas pinjaman yang diberikan oleh Kepala Bagian TU BPKP Jatim – Pak Henrynaz sebagai atasan saya).

Dalam Bab Pendahuluan buku tersebut, Blair mengisahkan Tim Soccer Ohio State University yang bertemu dengan Sang Mantan Juara Miami Hurricane di Fiesta Bowl untuk menentukan juara nasional baru pada tanggal 3 Januari 2003. Sebagai tim tak diunggulkan Ohio State dapat mengalahkan sang mantan juara dengan mencetak dua ‘touch down’ dua kali sehingga mengalami perpanjangan waktu dua kali. Namun bagaikan sulap, Ohio State Univ. Dapat memenangkan pertandingan sebagai Juara Nasional (Hal.xxiii, The ABC’s of Building ...,Blair Singer).
Menyitir kisah dalam buku tersebut agak mirip dengan pengalaman kecil saya, Blair menyebutkan bahwa kemenangan tersebut bukan karena strategi atau perencanaan maupun tipuan atau taktik baru, dan jelas bukanlah keberuntungan!. Ada “sesuatu” didalam tim dengan bakat dan sumber daya terbatas yang dapat mencetak sebagai “tim juara”. Sesuatu yang dapat menjaga keutuhan tim dari sebuah goncangan. Ini adalah satu set peraturan yang sederhana dan kuat yang mengatur perilaku internal tim, organisasi, keluarga, bahkan instansi atau negara sekalipun.
Peraturan tersebut menentukan bagaimana kita bertingkah laku dengan yang lain dalam sebuah tim. “Sesuatu” itu mengenai hati dan semangat, sebagai hal yang ingin ditegakkan dan dipertahankan serta dipertanggungjawabkan kepada semua orang. Sesuatu sebagai aturan yang tidak pernah meninggalkan tim saat dibutuhkan dan bertanggungjawab secara pribadi jika melakukan sesuatu kesalahan. Ini adalah lebih dari dari sekadar peraturan, karena semua tim juga memiliki peraturan yang sama. Hal ini sebagai disiplin tak tergoyahkan dari tim itu sendiri untuk menegakkan peraturan secara sadar.
Ohio State sebagai tim tak diunggulkan dapat memenangkan pertandingan dari tim yang hebat, perbedaan terjadi antara kedua tim pada saat titik kritis (seperti halnya tim qasidah saya yang tidak meduga dapat menjadi juara II atau tim gerak jalan saya sebagai “tim perusuh atau pelengkap” yang dapat mendapat trofi juara bergengsi). Peraturan tim juara yang membangkitkan kepercayaan, disiplin dan sihir pada saat mereka dibawah tekanan yang membuat mereka lebih tenang, disiplin dan lebih fokus, dan akhirnya menjadi juara. Setiap tim mempunyai kode, disadari atau tidak, dan peraturan dalam kode itu berbeda.
Hal itu jelas-jelas bukanlah keberuntungan belaka!. Hal itu merupakan kode genetis bagi tim atau organisasi yang menang. Hal itu adalah sesuatu yang mendarah daging dalam hati dan semangat para anggota tim yang terkadang tidak disadari. Hal itu akan timbul ketika mengalami tekanan yang sangat berat, saat taruhan menjadi kritis, dan saat segala sesuatu menjadi berisiko tinggi, yang timbul dari dalam diri kita saat berada dalam ujian antara melakukan sesuatu dan kehilangan kekuatan. Hal itu dinamakan Kode Kehormatan. (Kajian tentang Kode Kehormatan dapat dilihat dalam tulisan berikutnya).
Sidoarjo, 11 Pebruari 2011


0 komentar:

Posting Komentar