Mengapa Bank Indonesia Perlu Mempertahankan Suku Bunga? Oleh: Subroto, (Kepala Biro Keuangan dan Rumah Tangga, Kemenpora ) A. Pembuka Pada akhir tahun 2021 Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga kebijakan atau BI 7-Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 3,5 persen. Suku bunga deposit facility juga dipertahankan sebesar 2,75 persen dan suku bunga lending facility sebesar 4,25 persen. Bahkan hingga tahun depan, Bank Indonesia akan terus mengoptimalkan seluruh bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan serta mendukung upaya perbaikan ekonomi lebih lanjut melalui berbagai langkah. Langkah tersebut sebagai penegasan bahwa arah bauran kebijakan BI pada tahun 2022 sebagaimana disampaikan dalam Pertemuan Tahunan Bank Indonesia 2021 tanggal 24 November 2021. Menurut Perry, kebijakan moneter tahun 2022 akan lebih diarahkan untuk menjaga stabilitas, sementara kebijakan ...
Postingan populer dari blog ini
Artikel Semi Serius (ASUS): Kultur Mudik Lebaran di Indonesia dan Dampak Tular Positif Sebagai Pemerkuat Ekonomi di Daerah Oleh: Cak Bro *PENGANTAR* Sebelum menjelang Ramadhan, di media terangkat berita tentang protes para pengusaha atas tambahan cuti bersama Lebaran tahun 2018 karena dikhawatirkan akan mengganggu roda perekonomian para pelaku usaha. Akhirnya Wakil Presiden RI Juduf Kalla memberikan pernyataan bahwa libur tambahan tidak akan membuat ekonomi macet, justru sebaliknya cuma beda porsinya. Terutama pergerakan ekonomi di bidang Wisata dan wisata kuliner di daerah. (Selasa, 8/5/2018, Kompas.com ) *GELIAT EKONOMI DAERAH SAAT MUDIK LEBARAN* MUDIK Lebaran merupakan ritual tahunan yang menyertai setiap perayaan hari raya Idul Fitri di Indonesia khususnya. Padahal jika dicermati peristiwa mudik Lebaran di Indonesia bisa dibilang cukup fenomenal. Bagaimana tidak? Pertama, mudik Lebaran melibatkan pergerakan jutaan penduduk di seluruh wilayah In...
Mengapa Kita Kurang Bersyukur atas Remunerasi yang diterima?
Pendahuluan Suatu pagi terjadi pembicaraan serius antara dua orang sohib di kantin, Cak Mat menegur konconya Cak Dul “Walah,.... ono opo Cak Dul, bengi-bengi koq raimu nesu gitu?”. Cak Dul tidak bereaksi atas teguran sohibnya, dengan penasaran Cak Mat menegur lagi “ Ditakon koq meneng wae.., gak apik sikap sampeyan karo konco begitu!..”. Akhirnya Cak Dul pun menyahut “Bukan begitu Cak Mat, aku lagi kesel,.... nopo remunerasiku lebih kecil dari si Bejo”, dan lanjutnya lagi “ Padahal de’e satu angkatan pas masuk di BPKP..., beda bagian koq beda remunerasinya...”. Cak Mat pun terdiam bukan karena menyetujui atau menolak sikap konconya, tetapi dia sendiri bingung kenapa terjadi perbedaan seperti itu.
Komentar
Posting Komentar