Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Sikap Tauladan Pimpinan Melalui Resonance Leader Bagi Karyawan

Sikap Tauladan Pimpinan Melalui Resonance Leader Bagi Karyawan

Pengantar:
Pernah kita lihat dalam suatu rapat atau workshop, jika salah satu peserta menguap, maka peserta yang disampingnya, walau tidak mengantuk, akan ikut menguap. Bahkan menguap akan menjalar ke seluruh peserta. Atau bagi anda yang memiliki anak kecil, entah saat ingin berfoto, setiap gerakan orang tuanya pasti akan diikutinya. Atau ketika kita sedang berbicara atau ngobrol dengan atasan kita, setiap gerakan beliau tanpa sadar akan kita ikuti pula seperti gerakan menggaruk2kan kepala, menyilangkan tangan di atas dada, dsb. Mengapa hal itu bisa terjadi?.
Gerakan refleks, gerakan tanpa sadar, saat kita berkomunikasi dengan seseorang yang memiliki respek ( orang yang dihormati) disebut dengan gerakan resonansi, karena mereka memiliki kharismatik atau resonant leader. Ternyata gerakan resonansi tersebut sangat dibutuhkan bagi manajer atau pimpinan dalam menjalankan organisasi yang perlu dikelola dengan baik.


Dr. Anne McK…

Cinta NKRI sebagai Jargon semata!

Cinta NKRI sebagai Jargon semata!


Bukannya mau narsis atau pencitraan..
Atau mungkin terlalu pelit...
Menyempatkan jika pulang mengajak keluarga untuk makan di warung rakyat alias Warteg.
Saya selalu mendidik keluarga untuk berusaha belanja di warung kecil, makan di restoran atau warung pribumi, beli pakaian atau sepatu di toko atau pasar rakyat.
Mungkin juga karena penghasilan pas2an sbg pegawai negeri, namun mujarab pula.. Usai dewasa mereka tak pernah menuntut sesuatu yg berlebihan dalam memenuhi kebutuhan dan sikap prihatin. Walau jika mereka memaksa meminta mungkin saja saya mampu untuk membeli baju atau sepatu bermerek dan makan direstoran ternama.

Pembiasaan yg saya tanam kepada keluarga, semata2 saya berharap kepada mereka untuk selalu berpihak kepada rakyat kecil jika mereka kelak menjadi "orang".
Saya teringat waktu kuliah pada dosen yg punya gelar lulusan luar negeri. Namun saat pulang tetap bersikap sama, belanja di pasar tradisional atau makan2 di waru…

ANTISIPASI RISIKO TUK MENGATASI KONDISI KETIDAKPASTIAN YG DIHADAPI ORGANISASI

ANTISIPASI RISIKO TUK MENGATASI KONDISI KETIDAKPASTIAN
YG DIHADAPI ORGANISASI

Kalau sedang asyik nonton sepakbola, saya paling senang dg momen tendangan sepak pojok. Kepanikan terjadi baik kiper, pemain belakang (back) untukenghalau bola liar dg gerakan pemain lawan yg tak terduga.
Justru disitulah "the real game" suatu pertandingan bola. Disitulah akan di uji feeling to killing pemain striker, daya dobrak tuk kacau konsentrasi pemain lawan. Disitulah akan diuji feeling to hold sang kiper dan daya dukung pemain belakang tuk menghalau bola.
Benarkah jika bola itu goal atau tidak merupakan suatu kebetulan dari situasi kekacauan?. Bisakah kelompok mengantisipasi rusiko yg terjadi bagi kelompok bertahan dan memanfaatkan situasi dari kelompok penyerang?.

Saya teringat suatu artikel dg teori "chaos" dalam ilmu manajemen. Kondisi di atas bisa dianggap dgn momen "chaos". Apakah bisa kita kendalikan atau bgmn cara memanaje situasi spt itu?.
Te…

"Sharing Promosi Cara Efektif Bagi Kota Wisata Dengan Becak?"

Artikel Wisata Manajemen:
"Sharing Promosi Cara Efektif Bagi Kota Wisata Dengan Becak?"

Kebetulan minggu ini, saya sdg mampir ke kota jogyakarta, kota wisata dan kuliner, kota pelajar dan budaya.. Pokoke never ending story dech.
Dan seperti biasa, suasana harian bagi wisatawan disana akan gunakan transportasi yg khas yakni becak. Yg akan jadi ulasan saya secara manajemen.

Malioboro adalah destinasi yg wajib dikunjungi pertama kali setiap wisatawan yg mampir kejogya.
Ada dua kisah seorang teman yg naik becak. Orang yg pertama, saat naik becak menawar " mas, antar saya ke malioboro... 5 ribu ya" ujar si tukang becak. Orang yg kedua dg gaya sok tau menawar.." antar saya ke malioboro... 10 ribu ya?".

Sebenarnya kedua org tersebut tdk tau bahwa jarak hotel mereka dekat ke arah malioboro.
Namun, ciri khas tukang becak disana tak ada tawar menawar, spt dikota besar lainnya, mereka langsung mengangguk atau mengiyakan dgn senyum khas mereka.

Akan …

Pentingnya Unsur Pengawasan Sebagai Bagian dari 7 Aspirasi Rakyat Kal-sel Dalam Kapsul Waktu 2015-2085

EKSPEDISI KAPSUL WAKTU 2015-2085:
Pentingnya Unsur Pengawasan Sebagai Bagian dari 7 Aspirasi Rakyat Kal-sel Dalam Kapsul Waktu 2015-2085"

Pada tgl 21 Oktober 2015, BPKP Prov. Kal-srl diundang tuk berkumpul di Kantor Gubernur Kal-sel bersama berbagai lapisan masyarakat dalam Seminar Kebangsaan tuk menyusun 7 aspirasi masyarakat Kal-sel. Aspirasi tersebut akan diserahkan kepada Tim Ekspedisi Kapsul Waktu G-70 nantinya.

Ekspedisi Kapsul Waktu 2015-2085 merupakan program "Ayo Kerja" yg dicanangkan Presiden Jokowi saat HUT ke-70 RI bulan agustus lalu. Gerakan Ayo Kerja 70 tahun Indonesia Merdeka atau disingkat G-70 dilatarbelakangi adanya degradasi rasa nasionalisme atau wawasan kebangsaan, menurunnya rasa kebersamaan dan gotong royong serta tercemarnya karakter bangsa.
Kapsul waktu 2015-2085 berupa tabung baja anti karat ( stainless steel) kedap udara yg nantinya berisi 35 Piagam Harapan yg berasal dari 34 Provinsi dan 1 Pesan harapan Presiden Jokowi, dan nan…

"Kenapa Kepimpinan Carut Marut Bisa Terjadi?"

ARUS ( Artikel Serius):
Membedah Unsur Lingkungan Pengendalian berdasar SPIP ttg Kepemimpinan:
"Kenapa Kepimpinan Carut Marut Bisa Terjadi?"

Suatu hari, saya iseng nongkrong diwarung tuk sarapan nasi kuning plus teh manis, Ada percakapan menarik yg jadi perhatian...
Kakek : jaman sekarang makin susah... Di TV isinya cuma menghujat pemimpin, atau pemimpin saling menghujat, jadi lupa ngurusi masalah kita. Mending jaman dulu.. Adem ayem.
Pemuda: dulu bukan tenang kek, tapi dicekam ketakutan. Salah ngomong atau protes dikit, hmmh... Sekarang jaman reformasi, semua bebas ngomong atau protes.
Kakek: iya kakek paham, tapi kebablasan... Pemimpin saling gontok2an, rakyat susah diatur.. Mau sampai kapan kita begini?.

Itulah sekelumit obrolan menarik yg jadi pokok bahasan saya terkait dengan kepemimpinan.
Memang jaman sudah berbeda, masyarakat sdh cerdas dan bebas memprotes kebijakan yg tdk pas. Kita sbg pemimpin/manajer (atau bakal calon nantinya) harus memahami kondisi ini.

StudiKasus(dariPikiranIseng)terhadapMaskapaiPenerbangan yang “JagoTelat” : Antithesis TerhadapPrinsipPerencanaanSebagaiKunciSuksesOrganisasi?

Artikel Ringan : Haruskah Korbankan Tugas Utama Demi Permintaan Masyarakat ?