Postingan

Kisah Remaja Cak Bro: Bolos ‘separuh kelas’ untuk Naik Gunung (Bag. I)

Kisah Remaja Cak Bro: Ajak Bolos Teman ‘separuh kelas’ untuk Naik Gunung ?? (Novel Motivasi : Mengambil alih tanggungjawab demi kebersamaan) (Bag. I) Saya masih teringat patahan kata sebuah lagu dari band legendaris ‘Koes Plus’ yakni “masa remaja adalah masa yang paling indah...”. Entah kenapa ketika saya remaja dahulu termasuk anak yang bandel, mungkin bagian dari masa pencarian jati diri. Namun banyak sekali kenangan indah kala itu, terutama kisah di SMA. Sebagai anak remaja, saya senang berpetualang kemana-mana, sudah pasti dengan membolos sekolah (sst, jangan bilang pada anak saya ya?....). Saya mempunyai tiga teman karib di SMA 13 Jakarta Utara yang sering pergi bersama, walau berbeda kelas (herannya lagi, kami sama-sama masuk dan kuliah di STAN). Lebih mengherankan lagi sifat dan karakter kami bertiga sangat berbeda. Wanto Parman (nama samaran), karakternya tegas dan keras namun sedikit sombong (yang jelas suka meremehkan orang lain). Satu lagi bernama Dani (nama samaran), pangg...

Mengapa Kita Selalu Bangga dengan Mereka (Negara Barat)?

Masih terbayang dengan jelas ketika terjadi pertandingan sepakbola antara Perancis melawan Irlandia menuju putaran final Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan, dimana secara dramatis Perancis selamat dari lubang jarum karena dianugerahi keberuntungan (?) dengan score 1-1 dan lolos ke putaran berikutnya karena menang secara agregat (2-1). Dewi fortuna berpihak kepada Perancis (?) saat ketinggalan 1-0 pada babak perpanjangan waktu, William Gallas mencetak gol balasan sehingga menjadi score 1-1. Kontroversi terjadi karena umpan yang berasal dari Thierry Henry beraroma ‘hand ball’. Saat sesi konfernsi pers secara ksatria Henry mengakui bahwa memang terjadi hand ball namun ia tidak mau disalahkan karena sudah merupakan keputusan wasit saat itu. Bagaimana pun pengakuannya tidak berguna karena Perancis tetap saja lolos dan disisi lain, Irlandia harus menguburkan mimpinya untuk lolos ke putaran final Piala Dunia. Kejadian tersebut juga pernah terjadi dan menjadi peristiwa heboh si cebol Maradona...

Mengapa Kita Terkadang Mengalami Rasa Jenuh atau Bosan dalam Bekerja?

Saat dalam perjalanan pulang ke Surabaya sore hari ( 6 Pebruari 2010) dengan menggunakan pesawat Lion dalam cuaca yang tidak nyaman membuat rasa kantuk saya hilang dalam kabin pesawat. Akhirnya saya ambil sebuah majalah pesawat yang terselip di bangku depan tertulis “Lion Magazine edisi Januari 2010”. Ada artikel yang cukup menarik dengan judul “Passion at work”, rasa iseng pun timbul dengan meraih pulpen, saya membuat coretan beberapa pointer dari artikel tersebut pada amplop tiket pesawat. Coretan tulisan tersebut terlupakan karena berbagai kesibukan kerja di kantor, coretan tersebut teringat kembali ketika ada waktu luang muncul sehingga timbul keisengan untuk meraih laptop dan menjadi tulisan yang patut disimak   dan mungkin berguna bagi kita. Selama bertahun-tahun kita bekerja di BPKP, pernahkah terbetik ada rasa kejenuhan atau bosan (boring) yang menyelimuti diri kita?. Sementara itu, ada beberapa kawan kita yang sudah keluar dari BPKP, mungkin sebagai karyawan swasta maupun...

Refleksi Diri : Mengapa berkurban hanya untuk orang yang mampu?

Gambar
Hari Raya Idul Adha usai sudah, momen yang merupakan ‘pesta pora’ bagi kaum dhuafa karena diseluruh pelosok daerah pada tiap mesjid akan ada rejeki baginya untuk menikmati makanan istimewa yang dapat disajikan bagi keluarga mereka. Hari Raya tersebut sebenarnya adalah hari bagi orang yang mampu atau orang kaya (the have) untuk memberikan sebagian hartanya membeli hewan ternak dan menyembelih serta membagikan kepada yang berhak atau orang miskin. Mengapa dikatakan Hari Raya untuk orang yang mampu?. Hal ini sesuai dengan perintah Nabi Muhammad SAW dengan tegas dan lugas bahkan mengancam agar umatnya yang mampu melaksanakan perintahnya atau rukun islam tersebut. Seperti yang termaktub dalam hadits nabi dari Abu Hurairah : “ Barang siapa ‘ yang mampu ’ dan tak mau berkurban, dilarang untuk mendekati tempat shalatku “ (Riwayat Ahmad dan Ibnu Majah). Kurban tidak hanya semata-mata sebuah ritual keagamaan untuk memotong atau mengalirkan darah hewan ternak, melaink...

Siapkah Kita Menerima Segala Konsekuensi Demi Remunerasi ?

Bertemu Kawan Lama : Pucuk di cinta Ulam pun Tiba  Nasib baik sedang menaungi saya minggu-minggu ini, walau minggu lalu saya sudah pulang ke Bekasi karena ’Harpitnas’ (adanya hari libur nasional diakhir pekan), tiba-tiba saya dikontak oleh Kepala Bidang IPP agar menyertai beliau ke Bandung seraya menyerahkan surat pemberitahuan mengenai adanya kegiatan Tindak Lanjut Hasil Pengawasan pada Departemen Pertanian. Pucuk dicinta ulam pun tiba tanpa berpikir panjang, saya pun langsung menyanggupinya. Ketika menunggu keberangkatan di ruang tunggu (Apron) Bandara Juanda, Sidoarjo saya bertemu dengan kawan karib lama (kawan satu sekolah SMA dan STAN), ternyata saat ini dia sudah pindah tugas di Surabaya dan akan pulang ke Jakarta seperti biasanya menjelang akhir pekan. Sangat kebetulan sekali ketika menaiki pesawat, kami pun duduk bersebelahan pula, dengan rasa gembira kami menumpahkan rasa kerinduan karena sudah lama tidak bertemu kemudian bercerita banyak sepanjang perjalanan di dalam pe...

“Nucleus Team” Bagian dari Team Work sebagai Dasar Kesuksesan Dalam Pencapaian Tujuan Organisasi

Gambar
Pengantar Pernahkan anda merasakan dalam berbagai kegiatan yang ada dilingkungan kantor anda, walaupun telah dibentuk suatu kepanitian atau Satuan Tugas (Satgas) hanya terlihat beberapa gelintir orang yang begitu sibuk mengatur acara menjadi sukses selain ketuanya. Semua itu terjadi karena adanya Hukum Pareto, apakah itu Hukum Pareto dengan pola 80 : 20?. Hukum Pareto dapat dijelaskan secara sederhana bahwa suatu permasalahan justru terletak pada 20% sebagai inti permasalahan. Jika permasalahan yang 20% dapat terselesaikan, maka masalah yang lainnya akan dapat diselesaikan dengan sendirinya. Demikian halnya dengan kesuksesan suatu organisasi, walaupun teori manajemen menyebutkan bahwa kesukesan suatu organsiasi terletak pada kemampuan manajerial pimpinan dengan menempatkan atau mengelola SDM sesuai dengan kompetensinya (The Right Man on The Right Place). Namun pada dasarnya, kesuksesan suatu organisasi terletak kemampuan manajemen di tiap level yang didukung oleh 20% orang/pegawai seba...