Postingan

Cerpen Auditor : Mungkinkah Menyelamatkan Perusahaan Dari Analisis Teori Kebangkrutan?

Gambar
  A.    Pembuka Kata “Hari-hari begitu melelahkan…” sungut sang auditor yang bekerja di Kantor Akuntan Publik cukup ternama dan menjabat sebagai penaggung jawab audit, seraya meletakkan laptop kesayangannya di atas meja. Tiba-tiba ada rekannya mendatanginya, “Pak, dipanggil Boss suruh masuk ke ruangan tuh..”. Belum sempat menghempaskan pantatnya dikursi, dia segera beranjak menuju ruangan Boss-nya. Belum juga sempat mengetuk pintu ruangan Boss untuk kedua kalinya, terdengar suara dari Boss, “Oke, langsung saja masuk!!”. Sang auditor pun membuka pintu dan masuk ke ruangan, terlihat Boss-nya begitu sibuk mengamati berkas laporan keuangan. “Ok, silahkan duduk dan tunggu sebentar saya sedang membaca laporan yang baru masuk ini”. Belum sempat sang auditor mau bicara untuk melaporkan hasil pertemuan dengan klien sebagai exit meeting karena pemeriksaan audit sudah usai. Si Boss segera menutup laporan dan berkata, “Ok, kamu tak perlu laporkan hasil pertemuan kemarin. Anggota tim mu sudah

Cerpen Auditor: Mengungkap Modus Operandi Pemeriksaan Dari Ketidaksengajaan

Gambar
  Cerita Rekaan Fiksi Auditor (CRFa):  Mengungkap Modus Pemeriksaan   Dari Ketidaksengajaan     1.     A.  Pengantar Saya bukanlah seorang penulis cerpen yang baik dengan menumpahkan untaian kata dan kalimat yang bisa membuat pembaca terbuai, saya hanya mencoba mengungkapkan sedikit pengalaman tatkala menjadi auditor dan kiranya bisa menjadi refleksi bagi auditor pemula bahwa Teknik audit tidak hanya ada di buku pedoman saja namun perlu kreativitas tersendiri untuk menyesuaikan kondisi di lapangan. Sangatlah benar bahwa audit tidak sekedar sebuah science (ilmu) yang secara empirik dapat dipelajari secara bermetodologi, namun juga sebagai art (seni) karena perlu seni dalam mengolah data keuangan dan penerapan teknik auditnya pada saat praktek atau terjun di lapangan. Berikut ini pengalaman yang saya bagikan dalam bentuk cerita pendek (cerpen) namun sengaja penokohan dibuat secara fiktif dengan alur cerita dikreasikan secara subyektif. Semoga saja cerpen auditor dapat menyenangka

Pengenaan PPN atas Kebutuhan Pokok Bagi Masyarakat Dan Dampaknya

Gambar
  A.     Latar Belakang Permasalahan Pada surat kabar baru-baru ini sedang hangat memberitakan adanya rencana pemerintah untuk merevisi Rancangan Undang-Undang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP), dan di dalamnya termasuk pengenaan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) terhadap transaksi barang atau jasa yang banyak dikonsumsi masyarakat yakni barang kebutuhan pokok atau sembako, jasa pendidikan atau sekolah, dan jasa kesehatan. Walau pun seluruh fraksi menyetujui RUU KUP akan dibahas lebih lanjut, namun sejumlah fraksi menyatakan penolakan atas pungutan PPN atas barang dan jasa yang dikonsumsi masyarakat banyak. Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Nasdem Fauzi Amro menyatakan bahwa pemungutan PPN untuk sembako, jasa pendidikan dan kesehatan akan memberatkan masyarakat karena merupakan barang pokok kebutuhan masyarakat. Demikian halnya, Anggota Fraksi PKS Ecky Awal Mucharam juga menyatakan penolakan terhadap perluasan basis PPN tersebut. Dia menyayangkan diskursus yang t

Sumpah Pemuda Era Milenial: Mari Bersatu dan Jangan Dikuasai Tekologi

Gambar
    A.        Pengantar Pada hari kamis Tanggal 28 Oktober 2021, merupakan hari bersejarah sebagai Hari Sumpah Pemuda. Peringatan acara masih menyesuaikan kondisi Pandemi Covid-19 yang ternampak dilakuakn secara hybrid (kombinasi pertemuan secara virtual dan fisik) seperti yang terlihat di berbagai   TV Nasional di Indonesia dan peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-93 Tahun 2021 secara fisik di Auditorium TVRI, Jakarta Pusat. Dalam puncak acara tersebut, dihadiri secara virtual oleh Presiden Joko Widodo, Ketua DPR, Ketua MPR, Ketua DPD RI, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, para Kepala Daerah, dan Pimpinan Organisasi Kepemudaan. Sedangkan secara fisik bertempat di studio TVRI, selain dihadiri oleh seluruh pejabat Kemenpora, juga dihadiri oleh Menteri sebelumnya (mantan) yakni Agung Laksono, Adhyaksa Dault, dan Roy Suryo. Kementerian Pemuda dan olahraga selaku panitia penyelenggara HSP Nasional, Dalam hal ini, Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Zainudin Amali, mengungkap